Stop Judi Online, Assassin’s Creed Baru Akan Kembali ke Akar: Parkour Jadi Pusat Desain Gameplay

Assassin’s Creed Baru Akan Kembali ke Akar: Parkour Jadi Pusat Desain Gameplay

Stop Judi Online! Assassin’s Creed kembali ke akar: Parkour jadi fokus utama gameplay. Kembali ke dasar hidup sehat, tinggalkan kebiasaan Judol yang merusak.

Sudah lebih dari satu dekade sejak Assassin’s Creed pertama kali memperkenalkan sensasi menjadi seorang Assassin yang bergerak lincah di antara atap kota, menapaki balok-balok kayu, memanjat menara, hingga melompati celah sempit dengan gaya parkour yang elegan. Namun seiring franchise ini tumbuh menjadi RPG raksasa dengan dunia luas dan sistem pertempuran yang ambisius, banyak pemain merasa bahwa satu hal penting ikut tersisih: identitas parkour yang dulu menjadi jantung seri ini.

Kini, laporan baru mengisyaratkan bahwa Ubisoft tengah menyiapkan sesuatu yang banyak fans harapkan selama bertahun-tahun. Game Assassin’s Creed selanjutnya—yang masih belum diumumkan secara resmi—dikabarkan akan menempatkan sistem parkour sebagai fokus utama, baik dari sisi desain kota, animasi, maupun mekanik eksplorasinya.

Dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, komunitas Assassin’s Creed mulai merasa… ini dia, yang kita tunggu.

Kembali ke Filosofi Awal: “Movement is Power”

Sumber internal yang dikabarkan dekat dengan proyek tersebut menyebut bahwa Ubisoft ingin mengembalikan filosofi awal seri ini: “seorang Assassin menunjukkan kekuatannya melalui pergerakan, bukan sekadar melalui pertarungan.”

Artinya, dunia tidak hanya akan menjadi arena besar untuk bertarung, tetapi menjadi struktur yang didesain khusus untuk menguji kreativitas pemain dalam bergerak.

Parkour tidak hanya berfungsi sebagai alat navigasi cepat, tetapi sebagai bentuk ekspresi, cara kabur dari pengejaran, hingga solusi stealth alternatif. Mirip seperti Assassin’s Creed Unity, namun dengan teknologi animasi dan fisika yang jauh lebih modern.

Dunia yang Dirancang untuk Berlari, Memanjat, dan Melompat

Salah satu isu yang sering muncul pada seri-seri terbaru adalah dunia yang besar tapi kurang “ramah parkour”. Ada banyak ruang dataran, tetapi minim jalur vertikal yang menantang atau platform yang mendukung flow parkour.

Dalam proyek terbaru ini, Ubisoft dikabarkan menitikberatkan:

✔ Level design yang lebih padat dan vertikal

Kota disusun agar pemain selalu memiliki jalur alternatif—atap ke atap, balkon ke balkon, menara ke patung, hingga celah sempit antar bangunan.

✔ Elemen interaktif yang lebih dinamis

Balok kayu, tali gantung, fasad bangunan, hingga objek lingkungan lain akan lebih responsif.

✔ “Flow parkour” yang mulus

Gerakan tidak boleh terhenti hanya karena pemain kehilangan pijakan. Jika harus melompat jauh, karakter akan otomatis mencari transisi animasi yang paling cocok.

Ubisoft disebut ingin menciptakan dunia yang tidak hanya cantik, tetapi secara mekanik hidup melalui pergerakan pemain.

Animasi Baru yang Lebih Luwes dan Tidak “Tersangkut”

Komplain terbesar pemain selama bertahun-tahun: animasi terlalu kaku, karakter mudah salah arah, dan sistem parkour kadang membuat Assassin “menempel” pada objek yang tidak diinginkan.

Ubisoft ingin memperbarui:

  • sistem deteksi jalur terbaik,

  • transisi animasi yang lebih natural,

  • kemampuan parkour yang meningkat sejalan progres pemain, dan

  • gerakan yang terasa lebih ringan seperti Ezio Era, bukan berat seperti RPG Era.

Jika benar, ini bisa menjadi titik balik besar bagi franchise.

Parkour sebagai Identitas, Bukan Sekadar Fitur Tambahan

Mengembalikan parkour ke pusat gameplay berarti menghidupkan kembali DNA Assassin’s Creed yang banyak dirindukan.

Bukan berarti elemen RPG, stealth, atau combat akan hilang—namun parkour akhirnya kembali diperlakukan sebagai tulang punggung, bukan pelengkap. Ubisoft tampaknya ingin membuat pemain merasa bahwa:

“Menaklukkan kota sama pentingnya dengan menaklukkan musuh.”

Dan itu adalah sesuatu yang belum benar-benar kita rasakan sejak era Unity dan Syndicate.

Mengapa Ubisoft Melakukan Ini Sekarang?

Ada dua alasan kuat:

1. Fanbase Meminta Perubahan

Dari forum hingga media sosial, banyak pemain meminta gameplay yang lebih fokus, tidak hanya dunia besar tanpa arah.

2. Tren Game Open-World Berubah

Modern open-world kini lebih mengutamakan detail dan mekanik yang tajam dibanding ukuran. Lihat Ghost of Tsushima, Spider-Man, atau Dying Light—semuanya menekankan movement yang memuaskan.

Ubisoft mungkin akhirnya menyadari bahwa “bigger isn’t always better.”

Harapan untuk Bangkitnya Identitas Assassin’s Creed

Jika rumor ini benar, game Assassin’s Creed selanjutnya bisa menjadi momen kebangkitan bagi seri yang telah berjalan hampir dua dekade.

Parkour bukan hanya fitur; ia adalah jiwa yang membuat pemain merasa benar-benar menjadi seorang Assassin—bergerak cepat, sunyi, memanfaatkan kota sebagai senjata.

Dan jika Ubisoft mengeksekusinya dengan tepat, kita mungkin akan melihat salah satu pengalaman parkour terbaik dalam sejarah game.

Untuk sekarang, kita hanya bisa menunggu pengumuman resminya… namun gambaran masa depan Assassin’s Creed mulai terlihat jauh lebih menjanjikan.

2 thoughts on “Stop Judi Online, Assassin’s Creed Baru Akan Kembali ke Akar: Parkour Jadi Pusat Desain Gameplay”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *